Bedah Endoskopi

Prosedur Bedah Endoskopi Trans-Sfenoid

Muhammad Azzam, Irwan Barlian Immadoel Haq, Rahadian Indarto Susilo, Joni Wahyuhadi

 

Pendekatan bedah di masa modern semakin lama semakin canggih dan minimal invasif (mennggunakan sayatan kecil / tidak terlihat dan alat-alat mikroskopis/endoskopi) sehingga hasil operasi makin baik karena jaringan sehat sekitar yang rusak semakin minimal dan waktu pemulihan semakin cepat.

Salah satu jenis dari bedah minimal invasif masa kini adalah bedah endoskopik trans-sfenoid. Prosedur bedah endoskopik trans-sfenoid untuk tumor hipofise ini dipopulerkan pada tahun 1992, setelah sebelumnya penggunaan mikroskop pada operasi trans-sfenoid untuk tumor hipofise menjadi standart.  Pendekatan bedah ini ditujukan untuk mencapai target operasi di daerah sella dan parasella (daerah kelenjar hipofisis di dasar otak) melalui lubang hidung dengan alat endoskopi (semacam kamera teropong untuk melihat ke organ yang letaknya dalam).

Beberapa kasus yang dapat dilakukan bedah endoskopik trans-sfenoid adalah kasus seperti tumor pada kelenjar hipofisis (adenoma hipofisis), kraniofaringioma, meningioma, kordoma, dan sebagainya yang terletak di area sella dan parasella.

Gambar 1. Penampakan endoskopi dari dasar tengkorak pada bedah Endoskopik Trans-Sfenoid

 

 

 

 

Keunggulan dan Kekurangan

Keunggulan dari pembedahan dengan pendekatan bedah endoskopik trans-sfenoid adalah luka operasi yang kecil dan tidak tampak (didalam lubang hidung), kerusakan jaringan sehat yang minimal, sehingga komplikasi yang timbul lebih minimal, serta waktu rawat yang lebih singkat.

Namun bedah endoskopik trans-sfenoid juga memiliki keterbatasan, terutama pada sumber daya manusia dan peralatan serta biaya yang lebih tinggi. Selain itu bedah endoskopik trans-sfenoid juga memiliki keterbatasan pada jenis tumor dan letak tumor yang dioperasi karena area manipulasi operasinya yang terbatas.

Gambar 2. Ilustrasi suasana pembedahan dengan Metode bedah endoskopik trans-sfenoid

 

 

 

 

Referensi

  1. Cappabianca, P. et al. (2004) ‘Endoscopic endonasal transsphenoidal surgery’, Neurosurgery, 55(4), pp. 933–941. doi: 10.1227/01.NEU.0000137330.02549.0D.
  2. Chalongwongse, S., Chumnanvej, S. and Suthakorn, J. (2019) ‘Analysis of Endonasal Endoscopic Transsphenoidal (EET) surgery pathway and workspace for path guiding robot design’, Asian Journal of Surgery. Elsevier Taiwan LLC, 42(8), pp. 814–822. doi: 10.1016/j.asjsur.2018.12.016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *